Arsip Tag: influencer

Profil Gita Savitri

Profil Gita Savitri, Selebgram Terkenal yang Bilang Anak adalah Beban

Profil Gita Savitri – Nama selebgram Gita Savitri Devi, atau lebih di kenal sebagai Gitasav, sepekan terakhir populer di media sosial Instagram hingga Twitter. Ini lantaran komentar yang ia lontarkan pada sesi live Instagram yang ia lakukan bersama suaminya, Paulus Andreas Partohap, pada Rabu malam lalu.

Dengan tegas perempuan asal Palembang ini mengatakan bahwa anak sejatinya adalah sebuah beban, bukan anugerah yang kerap di gaung-gaungkan oleh publik selama ini.

“Iya, buat gua (anak itu) beban. Buat lo, kan, bukan (tapi) anugerah. Buat gua beban makanya gua nggak mau (punya anak). And there’s nothing wrong with it (dan nggak ada yang salah dengan itu),” ujar Gita di sesi live Instagram tersebut, Rabu (8/2/2023) malam.

Sontak, komentarnya itu menuai banyak respons negatif dari warganet. Ada yang langsung men-judge Gita sebagai pribadi yang sombong. Ada pula yang memahami keputusan Gita, tetapi menyayangkan pemilihan kata maupun cara penyampaiannya.

Terlepas dari itu, beberapa detikers mungkin slot 10k ada yang belum mengenal Gita Savitri sekalipun dirinya termasuk salah satu selebgram ternama di Tanah Air. Berikut detikSumut sajikan profil dan biodata Gita Savitri untukmu!

Biodata Gita Savitri

  • Nama Lengkap: Gita Savitri Devi
  • Nama Panggilan: Gita
  • Tempat Lahir: Palembang, Sumatra Selatan
  • Tanggal Lahir: 27 Juli 1992
  • Kewarganegaraan: Indonesia
  • Instagram: @gitasav
  • YouTube: Gita Savitri Devi
  • Pekerjaan: YouTuber, Penyanyi, dan Penulis Buku

Perjalanan Karier Gita Savitri

Terkenal sebagai seorang YouTube sekaligus influencer, Gita Savitri sebenarnya sudah lama terjun ke dunia YouTube, yakni sejak 17 Desember 2009 lalu. Mulanya, perempuan berusia 30 tahun itu sekadar iseng membagikan video dirinya meng-cover lagu.

Namun, barulah pada Februari 2016, Gita merasa tergerak untuk mulai membuat video-video yang sekiranya mampu menginspirasi orang lain. Niat tersebut berawal dari keprihatinannya melihat video vlog YouTuber lain yang kerap menggunakan bahasa kasar.

Mirisnya, konten-konten seperti itu banyak di lihat oleh anak-anak muda. Alhasil, enam tahun setelah masuk ke dunia YouTube, Gita mulai rutin membagikan vlog kesehariannya selama berkuliah di Jerman.

“Awalnya terinspirasi dari orang-orang yang nge-YouTube omongannya kasar dan yang nonton anak-anak kecil. Aku merasa bertanggung jawablah, ini anak-anak muda nggak tahu mungkin orangtuanya sibuk cari uang jadi nggak ada yang perhatian, apa gimana. Nah aku ingin pelan-pelan kasih tahu mereka ada tontonan yang lebih bermakna. Dan biar mereka berpikir lebih kritis ke depannya,” jelas Gita, seperti di kutip dari Wolipop, Jumat (10/2/2023).

Bagi detikers yang belum tahu, Gita Savitri adalah salah satu lulusan dari Freie Universität Berlin. Sebelumnya, ia sudah di terima di Fakultas Seni Rupa ITB, Bandung.

Akan tetapi, saat itu orang tuanya memberi dua pilihan: ingin kuliah di ITB atau Jerman. Karena punya impian kuliah di luar negeri sejak SMP, Gita lantas tak menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan orang tuanya dan memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Jerman.

Selain YouTuber, Gita juga aktif berkarier sebagai seorang penyanyi dan penulis buku. Sejauh ini, perempuan berhijab itu telah melahirkan dua judul buku, yaitu Rentang Kisah (2017) dan A Cup of Tea (2020).

Dirinya juga telah merilis sejumlah single bersama suaminya dengan tajuk Seandainya (2017), Merindukanmu (2019), dan Memilihmu (2021).

Dengan Paul, Gita telah menjalin asmara dengan pujaan hatinya itu sejah 2012 silam. Mereka bertemu karena kuliah di universitas yang sama. Akan tetapi, hubungan mereka mulanya terpisah oleh perbedaan agama.

Sebagai seorang influencer, ternyata seorang Gita Savitri Devi belakangan ini cenderung kontroversial. Yang paling terbaru adalah balasan menohoknya kepada komentar salah seorang warganet di akun Instagramnya.

Ia menyebut seorang netizen mengalami stunting bonus new member. “Candaan” tersebut merupakan respons dari komentar netizen itu: “mba ini tu gausah di ingetin, gausah di hujat gaes, dia kan si paling bener, diemin aja mending.

Baca juga artikel lainnya di webdisk.aqiqahlampung.com

Alhasil, Gita langsung membalas dengan, “Gw udah bacot-bacot, point yang lo bisa dapet adalah ‘Gita emang merasa paling bener’ Ya sis? Dulu lo stunting kali ya makannya agak lamban.”

Sebelum persoalan ini, juga banyak warganet menyerang perempuan yang di bilang mirip aktris Korea Kim Ji Won ini terkait persoalan childfree.

Beberapa ada yang memang secara gamblang mencibir keputusan Gita yang enggan memiliki anak. Namun, ada pula yang mengkritisi pendapatnya terkait childfree sebagai anti-aging (antipenuaan) alami.

Not having kids is indeed natural anti-aging. You can sleep for 8 hours every day, no stress hearing kids screaming. And when you finally got wrinkles, you have the money to pay for botox,” tulis Gita, seperti di kutip dari detikHealth, Jumat (10/2/2023).

Jauh sebelum itu, Gita juga sempat menuai kontra soal pernyataan tentang larangan Qatar terhadap kampanye LGBT selama Piala Dunia 2022. Ia merasa Qatar, sebagai tuan rumah, telah menunjukkan sikap homofobia terhadap kaum LGBT.

FIFA is corrupt and Qatar justifying homophobia by using ‘this in our culture’ is big no. (“FIFA itu rusak dan Qatar membenarkan homofobia dengan menggunakan (alasan) ‘ini adalah budaya kami’ merupakan hal yang salah besar”),” tulis Gita di akun Instagram-nya.

Sejak banyaknya kontra yang ia timbulkan, muncul perkataan di media sosial yang menyebut Gita “makin ke sini, makin ke sana”.

Nah, detikers sudah baca profil Gita Savitri, selebgram ternama yang sempat mengatakan anak adalah beban. Keputusan tidak memiliki anak setelah menikah adalah hak masing-masing individu.

Hingga akhirnya, jalinan asmara keduanya berakhir ke pelaminan. Paul memutuskan untuk menjadi mualaf dan pada 4 Agustus 2018, keduanya menikah dengan menggelar pernikahan di Palembang, tanah kelahiran Gita.

Profil Cut Intan Nabila Selebgram yang Jadi Korban KDRT Suami

Profil Cut Intan Nabila Selebgram yang Jadi Korban KDRT Suami

Profil Cut Intan Nabila Selebgram yang Jadi Korban KDRT Suami – sempat mencuri perhatian publik setelah pengakuannya sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya. Di balik sosoknya yang di kenal sebagai selebgram dan influencer, Cut Intan menyimpan cerita kelam yang mengejutkan banyak orang. Meski memiliki kehidupan yang tampak sempurna di media sosial, Cut Intan ternyata harus menghadapi penderitaan yang luar biasa di balik layar rumah tangganya. Kisahnya menjadi cermin bagi banyak wanita yang mungkin sedang mengalami hal serupa, sekaligus membuka mata kita tentang bahayanya KDRT yang sering kali tersembunyi dari pandangan publik.

Awal Mula Karier Cut Intan Nabila

Cut Intan Nabila, seorang selebgram dan influencer, pertama kali di kenal luas di dunia maya lewat akun Instagram-nya yang selalu memamerkan gaya hidup mewah dan ceria. Ia dikenal memiliki banyak pengikut karena konten-konten yang cenderung menunjukkan kehidupan glamor, termasuk berfoto dengan pakaian modis, liburan ke berbagai destinasi eksotis, dan aktivitas sosial lainnya. Seperti kebanyakan selebgram, Cut Intan seolah menjadi sosok yang sangat dekat dengan para pengikutnya.

Namun, di balik segala keindahan yang terlihat di media sosial, tak banyak yang tahu tentang sisi gelap kehidupan pribadinya. Cut Intan yang di kenal bonus new member ramah dan selalu ceria, harus menghadapi realita yang sangat berbeda dari yang terlihat di dunia maya. Dalam beberapa unggahannya, ia pun tak jarang berbagi momen kebersamaan dengan suami dan keluarga, yang menunjukkan betapa harmonisnya kehidupan rumah tangga yang di bangunnya.

Namun, kenyataan hidupnya ternyata jauh berbeda dari apa yang di perlihatkan di dunia maya. Dalam beberapa tahun terakhir, kehidupan Cut Intan mulai di liputi oleh masalah besar yang sangat mengganggu kebahagiaannya.

Pengakuan Cut Intan Nabila sebagai Korban KDRT

Pada tahun 2021, publik di kejutkan dengan pengakuan Cut Intan Nabila yang mengungkapkan dirinya sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dalam unggahan di media sosialnya, Cut Intan mengaku telah mengalami kekerasan fisik dan mental yang di lakukan oleh suaminya. Ia membeberkan berbagai pengalaman pahit yang harus ia alami, seperti di pukul, di injak, dan di hina secara verbal.

Pengakuan Cut Intan yang begitu berani menjadi viral dan mencuri perhatian banyak orang. Banyak pengikut dan netizen yang terkejut karena tidak menyangka bahwa di balik kehidupan glamornya, ada penderitaan yang begitu berat yang ia simpan selama ini. Banyak juga yang merasa prihatin dan memberikan dukungan moral kepada Cut Intan, berharap ia bisa segera keluar dari hubungan toksik tersebut.

KDRT yang di alami oleh Cut Intan ini menjadi sorotan publik, tidak hanya karena ia adalah seorang selebgram terkenal, tetapi juga karena banyak orang yang menganggap bahwa KDRT adalah masalah yang sering di abaikan atau di sembunyikan oleh banyak wanita. Pengakuan ini juga membuka pembicaraan lebih luas mengenai pentingnya kesadaran akan masalah KDRT, serta bagaimana banyak korban yang merasa terperangkap dalam hubungan yang beracun dan sulit untuk keluar dari sana.

Dampak Psikologis dan Fisik yang Dirasakan oleh Cut Intan

Kekerasan dalam rumah tangga bukan hanya meninggalkan bekas fisik, tetapi juga berdampak sangat besar pada kondisi psikologis korban. Cut Intan, yang sempat memamerkan kebahagiaan rumah tangganya di dunia maya, kini mengungkapkan bahwa ia merasakan trauma yang mendalam akibat perlakuan suaminya.

Ia mengungkapkan bahwa selain pukulan dan hinaan fisik, ia juga mengalami tekanan psikologis yang membuatnya merasa terperangkap dalam hubungan tersebut. Banyak korban KDRT yang merasa bahwa mereka tidak punya pilihan selain bertahan, meskipun itu berarti terus menderita. Keadaan ini sering kali di perparah dengan rasa takut, rasa malu, dan rasa bersalah yang membuat korban merasa kesulitan untuk mencari pertolongan.

Kondisi psikologis yang di alami oleh Cut Intan juga tidak bisa di pandang sebelah mata. Ia harus menghadapi stigma sosial yang muncul, baik dari teman-teman dekat maupun pengikutnya di media sosial. Meskipun banyak yang memberikan dukungan, ada juga beberapa pihak yang meragukan kebenaran ceritanya, menganggapnya sebagai sesuatu yang di besar-besarkan.

Tanggapan Masyarakat dan Dukungan untuk Cut Intan

Setelah pengakuan Cut Intan sebagai korban KDRT, banyak pihak yang memberikan dukungan moral kepada dirinya. Tidak hanya dari keluarga dan teman-temannya, tetapi juga dari sesama selebriti dan masyarakat umum yang merasa empati dengan apa yang ia alami. Banyak wanita yang mengungkapkan bahwa kisah Cut Intan memberi mereka kekuatan untuk berbicara dan keluar dari hubungan yang berbahaya.

Namun, tidak sedikit juga yang meragukan pengakuan tersebut dan memberikan kritik pedas. Seperti biasa, di dunia maya, tidak semua orang mendukung. Namun, hal ini tidak membuat Cut Intan patah semangat. Ia tetap melanjutkan perjuangannya untuk keluar dari hubungan yang merusak, dan memutuskan untuk berbicara lebih terbuka mengenai pengalaman buruk yang ia alami demi kepentingan banyak orang.

Beberapa pihak juga menyarankan agar korban KDRT seperti Cut Intan segera mendapatkan pendampingan dari psikolog dan lembaga hukum yang dapat membantu mereka keluar dari situasi tersebut. Mengingat dampak jangka panjang yang bisa di timbulkan oleh KDRT, dukungan dari masyarakat sangat penting agar korban bisa merasa aman dan memiliki jalan keluar.

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Kisah Cut Intan?

Kisah Cut Intan Nabila seharusnya menjadi pembelajaran bagi kita semua tentang pentingnya mengenali tanda-tanda KDRT dan tidak takut untuk berbicara tentangnya. Banyak korban KDRT yang merasa tidak berdaya dan takut melawan, tetapi dengan keberanian untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi, mereka bisa mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan. Dalam kasus Cut Intan, kita juga belajar bahwa di balik kehidupan yang tampak sempurna, tidak semuanya seperti yang terlihat rtp slot.

Masyarakat juga perlu lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga dan memberikan dukungan penuh kepada korban. Setiap orang berhak untuk hidup bahagia, aman, dan tanpa kekerasan. Kita semua memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi korban KDRT.